ft.png

Ramdani Amarulloh

Designer | Developer

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN METODE WEIGHTED PRODUCT DAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING TERHADAP PENERIMAAN GURU

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
  1. PENDAHULUAN

       Menurut Undang Undang SIKDIKNAS Tahun No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sedemikian rupa supaya peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif supaya memiliki pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan dalam bermasyarakat, kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian serta akhlak mulia. Untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas maka dibutuhkan pula guru yang berkualitas. Proses perekrutan guru adalahsalah satu kegiatan penting yang dilakukan instansi pendidikan. Perekrutan guru yang tepat dapat menciptakan SDM pendidik yang tepat guna menciptakan pendidikan yang berkualitas bagi para peserta didik.

Penelitian terhadap perekrutan guru dilakukan pada salah satu Sekolah Menengah Atas di kabupaten Sukabumi.

SMA Negri 1 Surade adalah salah satu Sekolah Menengah Atas Negri yang berlokasi di kabupaten Sukabumi, sekolah ini adalah salah satu sekolah favorit di kecamatan Surade, menurut data dari KEMDIKBUD sekolah ini mempunyai 1330 peserta didik dan 42 guru.

Dengan menyandang status Negri dan terfavorit, maka semakin banyak guru yang menjadi pelamar tenaga pendidik di SMAN 1 Surade, berdasarkan beberapa data yang didapat jumlah pelamar guru semakin bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2016 pelamar guru berjumlah 24 pelamar, 2017 pelamar guru berjumlah 53 pelamar, sedangkan ditahun 2018 pelamar guru mencapai 111 orang.

Namun dalam hasil observasi proses penerimaan guru baru pada sekolah tersebut masih menggunakan sistem manual baik dari segi proses data maupun metode penerimaan guru, oleh karena itu dirasa kurang mampu dalam memproses penerimaan guru secara cepat dan akurat.

Model Multiple Attribute Decission Making (MADM) memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian secara lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot prefensi yang sudah ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan yang akan menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang ada (Arifin dan Fadilah, 2016). Pada penelitian ini digunakan perbandingan dua metode dari MADM yaitu Weighted Product dan Simple Additive Weighting yang kemudian memproses nilai rating penilaian guru baru dan kriteria dan masing – masing nilai bobot nya. Kriteria yang dinilai antara lain kebutuhan guru mata pelajaran, alumni perguruan tinggi, alumni SMA, Usia, Domisili, dan Akta Perguruan Tinggi. Dan mendapatkan hasil berupa implementasi dari kedua metode tersebut dalam bentuk aplikasi berbasis web.

Manfaat dari riset ini untuk membantu sekolah dalam membuat sistem pendukung keputusan penerimaan guru baru dengan metode WP dan SAW yang diimplementasikan kedalam sistem berbasis website.

 

     2. METODOLOGI

         Lokasi Penelitian

       Lokasi yang menjadi tempat penelitian yaitu SMA Negri 1 Surade berada di kabupaten Sukabumi.

        Populasi dan Sample

       Populasi pada penelitian ini yaitu calon guru SMA Negri 1 Surade berada di kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi dengan sample sebanyak 111 calon guru.

        Tahapan Penelitian

       Dalam melakukan penelitian ini terdapat beberapa tahapan yang telah dilakukan antara lain :

       a. Indentifikasi Masalah Indentifikasi masalah dilakukan untuk mengidentifikasi masalah kemudian membuat perencanaan, perumusan masalah, perumusan metode dan solusi.

      b. Pengumpulan Data Pengumpulan data dimulai dari studi pustaka, wawancara narasumber, kemudian observasi dan pengumpulan data nilai rating calon guru dan kriteria.

      c. Implementasi Metode Weighted ProductPada implementasi metode Weighted Product terdapat beberapa tahapan antara lain :

  1. Perbaikan nilai bobot kriteria
  2. Penentuan nilai vektor Si
  3. Penentuan nilai vektor Vi atau nilai akhir.

     d. Implementasi Metode Simple Additive Weighting Pada implementasi metode Simple Additive Weighting terdapat beberapa tahapan yaitu :

  1. Menentukan nilai rating normalisasi
  2. Menentukan preferensi Vi atau nilai akhir.

    e. Implementasi Sistem Pendukung Keputusan Tahapan selanjutnya dari penelitian ini adalah mengimplementasikan kedua metode kedalam sistem pendukung keputusan berbasis aplikasi website, dengan menggunakan waterfall sebagai model perancangan sistem.

    f. Uji Sistem Pendukung Keputusan Tahapan akhir dari penelitian ini menguji sistem pendukung keputusan menggunakan blackbox testing dan perhitungan skala likert untuk mengetahui tingkat kelayakan sistem dalam membantu manajemen sekolah dalam mengambil suatu keputusan.

      Pengumpulan dan Pengolahan Data

     Pengumpulan data dimulai dari pengumpulan studi pustaka, wawancara, dan observasi. Kemudian data tersebut diolah menggunakan metode Weighted Product dan Simple Additive Weightingdan membandingkan kedua metode tersebut. Hasil dari pengolahan data berupa hasil perangkingan calon guru baru di SMAN 1 Surade dan memilih 10 besar calon guru terpilih.

 

    4. HASIL DAN PEMBAHASAN

         Hasil Penelitian Hasil penelitian berisi perhitungan metode WP dan SAW, perancangan sistem dan implementasi penerapan metode Weighted Product ( WP ) dan Simple Additive Weighting ( SAW ) di dalam sistem pendukung keputusan penerimaan guru baru di SMA Negri 1 Surade. Data hasil penelitian dimasukan secara komputerisasi dalam bentuk sistem pendukung keputusan yang dibangun menggunakan bahasa pemograman PHP dan MySQL sebagai database.

      Perhitungan Metode WP dan SAW

      Perhitungan menggunakan metode WP dan SAW dengan tahapan sebagai berikut :

      a. Perhitungan Metode Weighted Product Diketahui nilai bobot kriteria yaitu C1 =6; C2=5; C3=4; C4=3; C5=2; C6=1. Dalam perhitungan metode WP dilakukan perbaikan bobot terlebih dahulu. Dengan perhitungan sebagai berikut.

Selanjutnya penentuan nilai vektor Si dengan melakukan perhitungan sebagai berikut.

Kemudian dilakukan perhitungan untuk mencari nilai vektor Vi atau nilai akhir, dengan perhitungan sebagai berikut.

 

     b. Perhitungan Metode Simple Additive Weighting Dalam perhitungan metode SAW, tahapan awal yaitu melakukan normalisasi nilai rating, berikut ini adalah nilai rating calon guru baru.

Kemudian dilakukan perhitungan normalisasi dengan persamaan sebagai berikut.

Selanjunya mencari nilai preferensi Vi sebagai nilai akhir. Dengan perhitungan sebagai berikut.

Pada perhitungan metode WP dan SAW dilakukan hingga data ke-111 dengan tahapan yang sama.

     Perancangan Sistem

     Model Waterfall digunakan dalam merancang sistem pendukung keputusan penerimaan guru baru, tahapan dari model Waterfall antara lain :

    a. Analisa kebutuahan yang terdiri dari analisa kebutuhan fungsionaldan analisa kebutuhan non fungsional.

    b. Perancangan sistem menggunakan model Unified Modeling Language (UML) dan perancangan tabel database, berikut ini perancangan sistem pendukung keputusan penerimaan guru menggunakan UML :

   1. Use Case Diagram SPK
 
   2. Class Diagram SPK
     c. Pengkodean dan Implementasi menggunakan bahasa pemograman PHP dan MySQL.
     d. Testing Aplikasi menggunakan blackbox testingdengan membagikan aplikasi kepada pengguna untuk ditest sesuai dengan fungsional aplikasi.
     Implementasi Sistem Implementasi sistem merupakan hasil dari analisis kebutuhan dan design sistem yang telah diuraikan dalam bentuk model UML ( Unified Modeling Language ). Berikut ini beberapa antarmuka hasil implementasi sitem.
 
     a. Antarmuka Login User
    b. Antarmuka Halaman Utama
   c. Antarmuka Laporan
Hasil Pengujian Sistem Setelah dilakukan pengujian sistem pada aplikasi web sitem pendukung keputusan dengan menggunakan blackboxtesting, mendapatkan hasil sebagai berikut :
 
Tabel 1. Hasil Pengujian Sistem
     Pembahasan
     Berdasarkan studi kasus penerimaan guru baru di SMAN 1 Surade, penerimaan guru baru diambil dari 111 data calon guru baru dengan proses penerimaan guru baru menggunakan perhitungan metode WP dan SAW. Diketahui bahwa calon guru yang akan diterima merupakan 10 besar dari nilai tertinggi yang sudah diranking menggunakan kedua metode tersebut. Berikut ini tabel data calon guru baru yang mendapatkan 10 nilai tertinggi menggunakan masing – masing metode.
 
    Analisa Penerimaan Guru Baru
    Berdasarkan studi kasus penerimaan guru baru di SMAN 1 Surade, penerimaan guru baru diambil dari 111 data calon guru baru dengan proses penerimaan guru baru menggunakan perhitungan metode WP dan SAW. Diketahui bahwa calon guru yang akan diterima merupakan 10 besar dari nilai tertinggi yang sudah diranking menggunakan kedua metode tersebut. Berikut ini tabel data calon guru baru yang mendapatkan 10 nilai tertinggi menggunakan masing – masing metode. 
 
Tabel 2. Data 10 Besar Guru Baru
    Perbandingan Metode WP dan SAW
    Berdasarkan hasil perhitungan Metode WP dan SAW pada peringkat 10 besar yaitu tidak adanya perbedaan peringkat dari kedua metode, akan tetapi pada hasil keseluruhan perhitungan kedua metode tersebut terdapat adanya perbedaan peringkat. Secara lebih rinci, perbedaan perhitungan metode WP dan SAW ditampilkan pada grafik berikut.
Dari kedua grafik diatas dapat diketahui bahwa pergerakan grafik dari hasil perhitungan menggunakan metode WP dan SAW pada penerimaan guru baru terlihat hampir memiliki pola yang sama. Tetapi, ada sebagian alternatif calon guru baru memiliki peringkat yang berbeda pada kedua metode tersebut. Berikut ini beberapa contoh alternatif yang memiliki perbedaan peringkat pada kedua metode.
 
 
     Perbandingan Waktu Eksekusi Sistem
     Waktu eksekusi adalah istilah untuk mempresentasikan banyaknya waktu yang dijalankan untuk memproses hasil perhitungan metode WP dan SAW. Hasil waktu eksekusi didapat dari proses loading page perhitungan pada masing – masing metode. Jumlah inputan data alternatif menjadi penentu proses loading pada pageperhitungan. Berikut ini adalah grafik hasil perhitungan waktu eksekusi pada masing –masing metode berdasarkan banyaknya input data alternatif.
    Hasil Pengujian Sistem oleh Pengguna
    Pengujian Sistem dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada 10 orang responden ( 5 Ahli IT dan Pengguna Sekolah ) bertujuan untuk menilai seberapa besar kelayakan sistem yang dibuat terhadap manajemen sekolah. Berikut ini grafik hasil dari kuisioner yang dihitung menggunakan skala likert
Dari hasil tersebut diketahui hasil pengujian pengguna mendapatkan 54,4% responden, sedangkan untuk pengguna manajemen sekolah mendapatkan 65,14% responden.
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home

Blog

Chat

Contact